Bencana Dan Pragmatisme




“ Bangsa-bangsa dan pemerintahan-pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau bertindak selaras dengan apa yang seharusnya dapat mereka pelajari dari sejarah.” kata filsuf Jerman Georg Hegel. 

Banyak orang boleh tidak sependapat dengan filsafat Hegel tentang kehidupan tadi. Tapi, kita memang tampaknya sangat sulit belajar sesuatu dari sejarah. Tetapi, haruskah Anda juga begitu?

Atau jangan-jangan kita sekarang ini sedang terjebak pada skandal kasus korupsi daging sapi dan kemelut sosok bunda putri ? Hingga kadang tidak peduli pada kerusakan alam yang sedang terjadi. Entahlah. 

Sepertinya, kerusakan alam akan menjadi persoalan yang abadi, persoalan yang tak pernah kunjung berhenti untuk di perdebatkan. Layaknya seperti moral yang terletak di hati, sedangkan oral yang terletak di bawah dasi.

Ah, memang semua yang sedang terjadi saat ini, lantaran ulah kita sendiri, singkatnya karena kita butuh sesuap nasi. Tanpa peduli kanan dan kiri. Dan, ketika semua itu berujung pada bencana, paling hanya rasa sesal yang akan datang menghampiri. Karena pada dasarnya yang sudah mati, tak mungkin bisa hidup kembali. Terkecuali, sudah melakukan reinkarnasi, konon kata Budha.

Inilah konsekuensi ketika kita gemar melakukan ekspoiltasi terhadap alam dan isinya. Ketika perilaku ramah terhadap lingkungan, mulai luput dan berkerut. Maka wajar, bila bencana kerap datang dan kerap menimbulkan korban.

Mungkin memang benar adanya, apa kata pepatah lama “ Bahwa manusia sering berlebihan berlagak agaknya, dalam memanfaatkan apa yang ada dan apa yang tersedia. “ Hingga semua itu pada akhirnya akan berujung pada sebuah bencana. Dan hal tersebut, rupanya sudah dapat di rasakan oleh banyak negara, sebut saja itu Indonesia, Amerika hingga Australia.

Sudah saatnya kita semua mulai berbenah, bukan waktunya lagi untuk saling menyalahkan antara pusat dan daerah. Karena kalau bukan kita yang merawat bumi ini, lalu siapa lagi, dan lalu kapan lagi ? Karena kearifan bukanlah cuma kegiatan teoritis.


Kesimpulan : Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Yang lain dengan denyut jantung, gairah, dan air mata. Tetapi ukuran sejati di bawah mentari adalah apa yang telah kita lakukan dalam hidup ini untuk sesama, bukan hanya sesama manusia saja, tapi berlaku untuk semua mahluk hidup tanpa terkecuali.

24 comments:

  1. Hiks di Makassar juga gak lama lagi bakalan seperti Jakarta T_T Segala lautlah ditimbun buat gedung tinggi, hotel dan ruko dimana-mana :((

    ReplyDelete
  2. Kadangkala, manusia terlalu sibuk mencari-cari saipa yang salah dan siapa yang benar. Ujung-ujungnya hanya menyalahkan alam, karena faktor cuaca-lah, karena faktor geologi lah, dll

    Menjadi berguna memang jauh lebih penting ya :))

    ReplyDelete
  3. Yup bener bgt ndi...bebenah diri,lalu berupaya membenahi yang lain

    ReplyDelete
  4. saling menyalahkan dan saling mencari keuntungan pribadi sudah menjadi rahasia umum. apalagi di tahun politik kaya sekarang. semuanya kayanya makin tidak transparan dan selalu dipolitisir demi kepentingan tertentu :D

    ReplyDelete
  5. setuju banget sama kalimat pamungkasnya.. mari berusaha jadi insan berguna!

    ReplyDelete
  6. Lama-lama Indonesia ini gedung semua, rumah semua. Penghijauan paling cuman beberapa persen. Hidup gedung, hidup perumahan, marilah kita isi tanah yang masih kosong dengan membangun gedung! haha..

    ReplyDelete
  7. pragmatisnya, berita politik dan info seleb jauh lebih sering dibahas di media televisi [khususnya], ketimbang aktual problematika yg sedang terjadi

    ReplyDelete
  8. Bumi makin tua, makin banyak kekacauan di dalamnya :{

    ReplyDelete
  9. saya cmn bs geleng2 kpala wkt beberapa wkt lalu ada upaya rekayasa hujan.. yg rusak & hrs dbenahin kan yg di bwh, ngapain ngutak ngatik yg di atas..

    ReplyDelete
  10. yang penting adalah kualitas hidup ya :-)

    ReplyDelete
  11. dan semoga segala bencana segera berlalu...

    ReplyDelete
  12. saya juga bingung mau komentar apa, tokh nenek di jkt kebanjiran.. tapi rumah saya di Tegal jauh dari banjir karena tengah2 jawa tengah. he.
    tata letak kota semua harus dibenahi... Jakarta adalah contoh tata letak kondisi yang sangat parah salah.. ya selain itu bisa jadi karena orang2nya.
    buktinya kita tahu sendiri.
    Semoga mereka tersadar mari selalu doakan negeri ini

    ReplyDelete
  13. Makjleb melihat kondisi Jakarta sekarang ini. Air menggenang seperti ogah beranjak. Melihat berita di tivi airnya diam aja gak mengalir, kasihan mereka yang mengungsi..
    Semoga dengan keajdian ini bisa dijadikan pelajaran untuk kita semua ya.. Saya berdoa semoga bencana yang terjadi lekas berhenti dan digantikan dengan sesuatu yang lebih baik AMiin

    ReplyDelete
  14. Kalau nggak mensyukuri, yah saling menyalahkan... Hadeuh.. -_-

    ReplyDelete
  15. semoga masyarakat ayang tertimpa bencana bisa sbaar dan tabah dalam menghadapi cobaan ya kak :)

    ReplyDelete
  16. Ya, pemerintah nggak sepenuhnya salah, masyarakat juga harus melirik diri sendiri agar terjadi keharmonisan antara satu dan lainnya untuk membangun negeri.
    Tapi yaa, pemerintah dan masyarakat adalah manusia. Dan tahu kan watak dan karakter manusia itu seperti apa? Yaa seperti sekarang ini

    ReplyDelete
  17. Saya sering mendengar kalimat "Alam sedang tidak bersahabat". Sebetulnya alam selalu bersahabat dengan manusia. Justru manusialah yang seringkali gak bersahabat dengan alam dengan terus menyakitinya. akibatnya ya seperti skrg

    ReplyDelete
  18. Iya Mas Andy, banyak cara dalam mengukur umur kita. Namun hanya kemanfaatannya kepada sesama lah yang paling mempunyai nilai moralitas tertinggi

    ReplyDelete
  19. bencana yang sekarang ini katanya namanya bencana ekologi, bencana yang terjadi karena ulah manusia yang merusak ekologi. tapi sbnrnya bukan cuman di indonesia, bencana gini skrg global, di amerika , di inggris, semuanya kena dampak climate change. Kalau mau ngarepin kebiasaan yang ada di bumi ratusan tahun mengeksploitasi bisa tiba2 berubah sih ga mungkin, kalo mnrt aku drpd saling menyalahkan kita bisa mulai dengan diri kita masing2 untuk sebisa mungkin mengurangi dampak kerusakan bumi lebih jauh lagi for sustainable future *halah jadi panjang komennya*

    ReplyDelete
  20. Betul sekali mas Andy! Tak peduli hanya tindakan sepele untuk bersahabat dengan alam, misalnya menghemat air, jika dilakukan oleh tiap orang, tentu memberikan dampak yang besar untuk bumi ini :)

    ReplyDelete
  21. Duh, aku terenyuh


    Mudah-mudahan nggak nambah lagi ya bencana di indonesia :'(

    ReplyDelete
  22. memprihatinkan.
    info2 gosip artis dan hal2 yg kurang penting dieksploitasi, ditaayangkan untuk konsumsi publik sementara bencana yg terjadi sering dijadikan pengalihan isu di negeri ini :(

    fotonya bikin trenyuh, mobil separo tenggelam gitu

    ReplyDelete

Komentar anda, secara tidak langsung. Merefleksikan kualitas diri anda yang sebenarnya.