Universitas Negeri Vs Swasta





Dari dahulu sampai saat ini,banyak dari kita semua yang mendambakan masuk ke Universitas Negeri ketika sudah melewati jenjang bangku Sekolah Menengah Atas ( SMA ). Banyak cara & upaya untuk mensukseskan impian tersebut, baik berupa cara positif maupun negative. Seolah ini menjadi sebuah mindset yang melekat dimasyarakat Indonesia & susah dihilangkan, entah itu dengan alasan kualitas atau kebanggaan tersendiri.

Seakan pola yang dibentuk itu,menimbulkan sebuah pandangan yang melekat tentang kualitas Universitas Negeri jauh lebih baik ketimbang Universitas Swasta. Karena banyak dari lulusan Universitas Negeri yang jauh lebih sukses ketika lulus dari sekolah tersebut, walaupun tidak semuanya yang sukses & berhasil sesuai dengan tayangan iklan yang sering di ekpose di Media Massa.

Walaupun begitu, Universitas Swasta pada saat ini mengalami kemajuan yang jauh lebih pesat dari segi kualitas & kwantitas bahkan melebihi Universitas Negeri pada umumnya yang berkembang jika ada suntikan dana bantuan dari pemerintah alias belum 100% mandiri.

Tapi secara keseluruhan baik itu Universitas Negeri atau Universitas Swasta, mempunyai satu persamaan yang pasti yakni ketika sudah lulus dari jenjang bangku pendidikan tetap saja & selalu saja menjadi seorang pelamar kerja disebuah perusahaan multinasional atau nasional,baik itu lulusan dengan nilai terbaik ( cumlaude ) atau lulusan dengan nilai seadanya.

Jarang sekali dari kita semua, yang berani melawan deras arusnya yang silih berganti menggoda kita semua. Karena masih banyak & teramat banyak,dari saudara – saudara kita yang masih buta huruf & putus sekolah yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia dari Sabang Hingga Merauke. Jadi tidak ada salahnya,jika dari kita hendaknya memberikan sedikit ilmu yang kita dapat untuk mendidik mereka menjadi manusia yang terdidik baik secara hati maupun otak.

Kesimpulan : Lulusan terbaik bukan dari lulusan Universitas Negeri atau Swasta terkemuka, melainkan bagaimana ilmu yang mereka dapat dibangku sekolah bisa diamalkan untuk orang – orang yang lebih membutuhkan bukan hanya sekedar membutuhkan. Karena itulah tujuan ilmu yang sebenarnya yang kita semua pelajari dari kecil hingga detik ini.





70 comments:

  1. Setelah masuk ke dunia kerja, ternyata lulusan negeri atau swasta gak beda banyak. Dan selalu, dan selalu kembali ke pribadi masing-masing.
    Dan memang betul universitas swasta banyak juga yg lebih baik dari univ.negeri, krn dukungan dana dan kejelasan visi dari si owner.

    ReplyDelete
  2. komersialisme pendidikan itu klise, hanya perbuatan yang bisa menembus semua kemungkinan :)

    ReplyDelete
  3. klo menurut aku,universitasnya negeri atau swasta itu sama saja,tergantung dari sumber daya manusianya,,,yang penting orangnya yang berkualitas,mau belajar,

    ReplyDelete
  4. Yang lebih penting adalah di jurusan apa kita ingin menimba ilmu, bukan di universitas mana. Mungkin begitu idealnya.

    ReplyDelete
  5. Aku pernah dinasehatin sama kakak tingkatku yang Kuliah di PTN paling bergengsi di Indonesia. dia bilang yang penting itu personal yang kuliahnya itu. "Kalaupun dia kuliah di PTN paling bagus tapi dianya main-main, ga serius kan sama aja kya orang yang gak kuliah. Toh ilmu bisa didapetin dimana aja" kata-katany waktu itu bener2 ngena banget buat aku. ^^
    hehe kepanjangan jadinya komen. :D

    ReplyDelete
  6. Bukan swasta atau negerinya, tapi ilmunya sejauh mana bisa bermanfaat ditangan orang yang juga tepat...

    Jangan ragu bisa atau tidak menulis gurindam, tak akan tahu bila belum mencoba, kami tunggu diacara muharam sampai 2 Des ini yaaaa...

    ReplyDelete
  7. Kesimpulan : Lulusan terbaik bukan dari lulusan Universitas Negeri atau Swasta terkemuka,melainkan bagaimana ilmu yang mereka dapat dibangku sekolah bisa diamalkan untuk orang – orang yang lebih membutuhkan bukan hanya sekedar membutuhkan.Karena itulah tujuan ilmu yang sebenarnya ada pelajari dari kecil hingga detik ini

    => setuju sekali :D

    ReplyDelete
  8. balik lagi ke personalnya. mo nuntut ilmu di negeri/swasta asal dia punya keinginan yang kuat, cita2 yg tinggi dan usaha yg nggak kenal putus asa, insya Allah akan sukses :)

    ReplyDelete
  9. Negeri atau pun swasta sama saja, gimana cara kita belajarnya aja. Negeri atau pun swasta juga ngga menjamin kita langsung kerja, tergantung hoky ^_^

    ReplyDelete
  10. apapun universitasnya, yg penting belajar. dan ilmu-nya bisa di share..dan berguna..:)

    ReplyDelete
  11. tapi perusahaan masih suka melihat lulusan dari PT mana sebelum nerima kerja

    ReplyDelete
  12. memang semua kembali kepada manusianya, tapi media juga turut mendukung, jadi saya rasa universitas dan manusianyalah yang harus berharmonisasi,

    ReplyDelete
  13. klise tapi itu bener2 ada, kan mba lanny. itu malah nyata. dan saya sepakat, kalao kesuksesan gak dilihat dari tempat kita kuliah, tapi usaha kita dan tetep pemeperintah punya tanggung jawab untuk memberi kesempatan yang luas agar rakyatnya bisa memperoleh ilmu pengetahuan

    ReplyDelete
  14. kuliah di mana pun ndak masalah...selama mau usaha :D

    ReplyDelete
  15. negri sama swasta kurasa sama ga beda yg penting keahliannya yg bisa meraih sukses dg nasib yg berpihak hihi

    nice info,,,, :)

    ReplyDelete
  16. Hihihi..
    kmbli d kualitas kampus
    n brtahannya prstasi dlm sbuah saingan prgnerasinya...
    slbihnya hnya nma n idntitas.

    ReplyDelete
  17. Sama aja menurutku dua-duanya.
    Yang penting orangnya heheh

    ReplyDelete
  18. Kesimpulannya menarik..
    saya tambahkan boleh?hehe

    Bangku kuliah mengajarkan kita untuk mendewasakan pikiran, memperluas wawasan, agar saat lulus di bidang apapun nantinya, ia bisa bekerja tanpa perlu mengeluhkan sarjana apa dia, dan bekerja di bidang apa dia..(inspiring 4m Mario Teguh)

    ReplyDelete
  19. setuju, dulu ane jg di tolak di negri, tapi setelah tahu sekarang, saya sudah bangga dengan Universitas saya, walaupun swasta :)

    ReplyDelete
  20. negeri sama swasta sama saja kadang karena kebutuhan gengsi itulah yg acapkali menjadi pilihan para calon mahasiswa baru, ga tau ya jaman skrg sih semuanya serba duit artinya tidak semua org pintar utk bsa masuk ke universitas negri.

    ReplyDelete
  21. mungkin persepsi universitas swasta lebih buruk dari universitas negeri berangkat dari penggeneralisasian. tidak bisa dipungkiri kebanyakan universitas swasta memang jelek. hanya ada beberapa universitas swasta yang berkualitas. walau ada juga universitas negeri yang jelek dan sebaliknya :)

    cmiiw

    ReplyDelete
  22. saya setuju dengan pernyataan bahwa lulusan terbaik bukanlah lulusan dari universitas negeri

    kalau saya pribadi sebenarnya memilih univ negeri karena pertimbangan biaya, pada saat itu pun di kota saya (medan) universitas negerilah yang lebih baik (USU) dan karena orang tua tidak mengijinkan saya keluar daerah maka saya harus mau gak mau memilih univ negeri :D

    ReplyDelete
  23. eh ada logo kampus gue tuh.... hehehehe

    ReplyDelete
  24. padahal pas udah kerja, nggak dilihat lagi asal dari universitas mana. :D

    ReplyDelete
  25. daan.. semuanya gak akan berguna ketika udah masuk dunia kerja...
    yang penting skill!!

    ReplyDelete
  26. kebenaran adalah saat terjadinya, bukan konseptual belaka, jadi jika ilmu itu hanya berdasarkan gelar universitas tertentu, itu hanya sekedar ilmu belaka atau gelar tumpukan buku di kepala hehehe...ilmu mirip rambu diperempatan jalan, ketika tepat di perematan itulah kebenaran ilmu itu terjadi, jika sudah lewat ya tidak berguna lagi...

    ReplyDelete
  27. nice info gan....,
    maaph yaa bagi kuliah yg di negeri....,
    menurut saya lebih baik d'swasta yang bonafide....,
    pengalaman saya , kuliah di Negeri pengajarnya g konsisten n on time....,
    klo d'swasta selalu tepat waktu.

    komment balik yaaa
    n follow jg yaa

    ReplyDelete
  28. Tulisan yang menarik :)
    swasta atau negri, yang penting esensi belajar & manfaat nya berguna bagi oran g lain :D

    ReplyDelete
  29. negeri swasta sama saja, semua bergantung niat dan kesungguhan kita. Salam

    ReplyDelete
  30. Setuju dengan pendapat sebagian besar teman yang mengatakan utama skill karena tanpa skill, ilmu menjadi mandek :)
    Semangat menulis!

    ReplyDelete
  31. setuju banget denan paragraf terakhirnya....
    semoga generasi muda lebih baik...
    :)

    ReplyDelete
  32. setuju sama paragraf terakhir.

    tapi rencananya saya mau di negeri aja soalnya lebih hemat biaya -__-"

    ReplyDelete
  33. almamater seseorang tak menjamin keberhasilan dan kesusksesan orang tersebut
    banyak alumni mahasiswa negeri jadi pengangguran
    name just prestige

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beda alasan nganggurnya anak Negeri sama anak swasta mas hehehe. Banyak anak negeri yg nganggur karena idealis.

      Delete
  34. benar sekali mas. sampai saat ini saya masih bercita-cita membuka kursus ketrampilan komputer gratis untuk anak putus sekolah. sampe sekarang belum terlaksana. Ada aja hal-hal yang menghalanginya

    ReplyDelete
  35. swasta maupun negeri bukan masalah bagiku, yg penting niat belajar.. Dah itu aja :D

    ReplyDelete
  36. wah ada lambang IPB disitu hahaha :))

    ReplyDelete
  37. wah sangat bagus artikel tulisanya :))

    harap bagi yang kuliah di swasta jangan pernah minder dengan kampus...itu sama saja karna tingal bagaimana orangnya, strateginya yang matang dan mau kerja keras.

    ReplyDelete
  38. that's right.. ^^,)semuanya kembali ke individu masing^

    *aah~~ jadi kepikiran ama prodi+univ mana yg bkal ane pilih*

    nice post, bro~

    ReplyDelete
  39. yup bener banget itu sangat setuju dengan kesimpulan bahwa Lulusan terbaik bukan dari lulusan Universitas Negeri atau Swasta terkemuka,melainkan bagaimana ilmu yang mereka dapat dibangku sekolah bisa diamalkan untuk orang – orang yang lebih membutuhkan bukan hanya sekedar membutuhkan.Karena itulah tujuan ilmu yang sebenarnya yang kita semua pelajari dari kecil hingga detik ini. :) cz banyak juga lulusan sarjana, sekarang yang hanya jadi sampah masyarakat *ups

    ReplyDelete
  40. Iya, sama. Disekolah saya tuh dibentuk mindset kalau kita masuk PTN itu hebat banget dan namanya bakal dipajang di poster sekolah. Dan itu lah yang dilakukan sekolah saya kalau ada anak yang masuk PTN gitu gitu. Sedangkan anak yang masuk PTS dibiarin aja. Posternya gede banget lho, segede tembok sekolah. Dan mereka selalu menekankan pada kami, murid kelas XII, kalau UN itu gak seberapa tapi nanti perjuangan sebenarnya itu dimulai dari SNMPTN. Padahal, gak ada bedanya kan?

    ReplyDelete
  41. Tergantung gimana pribadi masing-masing......Seperti berlian,mau diletakkin dimana aja tetap bercahaya~~~~

    ReplyDelete
  42. SAYA SETUJU, KARENA SEMUA HAL YANG ADA DI ALAM SEMESTA INI PADA DASARNYA AKAN KEMBALI KE DIRI KITA MASING-MASING.

    SAYA HANYA MEMBENARKAN ADA MINDSET "ORANG INDONESIA" YANG SALAH. DI KALIMAT,

    "ketika sudah lulus dari jenjang bangku pendidikan tetap saja & SELALU saja menjadi seorang pelamar kerja disebuah perusahaan multinasional atau nasional,baik itu lulusan dengan nilai terbaik ( cumlaude ) atau lulusan dengan nilai seadanya."

    Orang-orang Indonesia rata-rata masih berfikir menjadi PELAMAR PEKERJAAN.

    mengapa bukan menjadi YANG MENERIMA LAMARAN PEKERJAAN???

    Kita harus jadi PENDIRI perusahaan BUKAN, PEGAWAI perusahaan? OKEE???

    ayo rubah mindset mu mulai dari sekarang. sampai kapan mau jadi digaji orang lain?

    aku maunya menggaji orang lain tuh..

    ReplyDelete
  43. Jadi intinyya ini smua kembali pada pribadi kita masing" mw diswasta atau negri tinggal kita yg memilih langkah selanjut nya..
    Mw sukses atau tetap diam

    keren artikel nya ^^

    ReplyDelete
  44. pengalaman sebagai mahasiswa yang pernah kuliah di swasta, dan negeri juga... semua ada plus minus nya.. dan bahkan plus nya 1 univ swasta tidak bisa sama dengan univ swasta lainnya, dan demikian pula dengan univ negeri.. Jadi, memang semua tempat pendidikan ada plus minusnya, tinggal bagaimana kt menyesuaikan diri. kan kuliah bukan sekedar menuntut ilmu, tp juga bagaimana belajar penyesuaikan kita terhadap kehidupan bermasyarakat :)

    ReplyDelete
  45. sejak TK hingga SMA saya bersekolah di yayasan pendidikan swasta yang sama. kini saya menggeluti studi di perguruan tinggi negeri.

    saya setuju tidak ada perbedaan signifikan yang terlihat antara masing2 lulusan. saya pribadi merasa bangga akan keberadaan saya saat ini bukan karena PTN yang saya injak sekarang, tetapi karena sekolah swasta yang saya injak dahulu. yayasan pendidikan tersebut membentuk diri saya untuk disiplin, tahan banting, tidak menunda-nunda, dan jelas anti suap. saya diajak untuk percaya bahwa waktu adalah berharga, sehingga tidak pernah ada budaya jam karet dalam yayasan pendidikan tersebut.

    so, in my opinion, dalam hal kepribadian seseorang, it's not about the PTN or private university he/she comes to, but it's about the whole journey of their study along their life :) begitu

    ReplyDelete
  46. memang bener itu tergantung personalnya krn semua kualitas itu kita lihat di dunia kerja.
    tapi bagi sebagian org yg dapat lulus pada PTN dengan jalur yang jujur dan dengan perjuangan yg menguras pikiran, kelulusan di PTN itu berharga karena faktor ekonomi juga yg lebih minim pda PTN.
    dan bagus atau tidaknya tergantung pikiran tiap org yg memandang itu kebanggaan atau kesombongan atau memang itulah kemampuannya. maaf kepanjangan.hhe :D

    ReplyDelete
  47. setuju banget sama tulisan ini! kereeen!
    karier yang baik itu bukan hanya manfaatnya untuk kepentingan pribadi melainkan manfaat yang bisa di rasakan oleh masyarakat dan juga kita.

    ReplyDelete
  48. wahhh...
    mendengar komentar kakak2
    rasa nya saya ingin sekali bisa kuliah..
    tpi ekonomi orng tua saya rendah,jadi blm bisa kuliah..
    tpi saya tak pernah mengeluh,karena menurut saya ilmu bisa di dapat dimana saja..
    setelah lulus smk,saya terus menimba ilmu walaupu hanya via internet,tidak seperti kakak2 yg duduk di bangku kuliah,
    ilmu tsb selalu saya share ke orang lain..
    saya pengennn bgt jadi seorang guru,tetapi jadi seorang guru harus punya gelar sp.d dll.
    selama sekolah,12 tahun, 6 catur wulan dan 20 semester saya berhasil masuk 3 besar sebanyak 19 x dan sisa nya saya masuk 10 besar..
    tpi,nga ada beasiswa untuk melanjutkan pendidikan..
    bwt kakak2 yg sekarang kuliah,tetap semangat dan raih la mimpi kalian..
    do'a ku menyertai kalian semua...

    ReplyDelete
    Replies
    1. insyaallah kalo punya niat yang baik, usaha yang gigih pasti bisa.
      allah udah nyiapin jalan terbaik untuk umatnya, percaya dan yakin kalau kamu pasti bisa kuliah psti bisa :)
      don't give up yaa :)

      Delete
    2. Tetap semangat, disini kita semua sama-sama berusaha dan berdo'a supaya kita semua sama-sama sukses. Amiin

      Delete
  49. setuju sekali, yang terpenting adalah bagaimana ilmunya bermanfaat ketika dia lulus. Di Indonesia orang masih memburu universitas negeri, mungkin karena selain kualitas yang sudah terkenal puluhan tahun, juga karena biayanya yang relatif murah dan cocok untuk sebagian besar masyarakat indonesia

    ReplyDelete
  50. selama ini, akumerasa bahwa potensi dalam diriku belum bisa berkembng karna fasilitas di sekolahku(Negeri) yang sangat kurang, dan aku mlihat anak" yang blajar di sekolah swasta lebih bsa aktif dan maksimal, oleh karena itulah untuk jenjang kuliah ku besok aku sdang bingung plih swasta ato Negeri, yang pasti aku sangat ingin belajar serius, tlong pecerahannya dari mas" dan embx".....Terima Kasih

    ReplyDelete
  51. mau swasta atau negeri yang penting adalah pribadi masing masing bisa mengembangkannya atau tidak :)

    ReplyDelete
  52. setuju sama kesimpulannya. yang penting kemauan belajar :)

    ReplyDelete
  53. Mindset in terbentuk karena realita bahwa untuk masuk Universitas negeri, harus melalui seleksi, sedangkan Universitats swasta tidak, cukup ada duit... Tentu khalayak akan beranggapan bahwa hasil seleksi tentu lebih berkelas daripada hasil asal masuk.... Padahal kenyataannya tidak sepenuhnya seperti itu

    ReplyDelete
  54. IMHO, kebanyakan masih menggunakan almamater dalam perekrutan karyawan. Sehingga minimnya kesempatan untuk masuk dari universitas lain. Di luar almamaternya harus memiliki IPK tinggi dan memiliki pengalaman kerja.

    Tapi yang paling penting buat saya adalah semangat, usaha serta doa.


    Masalah lain yaitu dari opini yang beredar, di swasta lebih mudah mendapatkan nilai bagus dibandingkan negeri.. CMIIW

    ReplyDelete
  55. Saya suka postingannya, buat segelintir orang mungkin masuk PTN terbaik itu sangat extraordinary karena mereka berpikir dari segi pengajar dan fasilitas sangat memenuhi untuk kebutuhan belajar mahasiswa tapi adapula PTN yang memang biasa-biasa saja dan bahkan kualitasnya tidak jauh lebih baik dari PTS yang mulai berkembang dan menjadi yang terbaik.
    So, memaang kembali lagi pada individu masing-masing pelajar..kalo niatnya memang untuk ibadah, yaitu mencari ilmu pasti segala sesuatunya akan dimudahkan segala urusannya. Yang penting bagaimana dia mau mengabdi untuk negara dari ilmu yang telah dia pelajari selama di bangku kuliah :)

    ReplyDelete
  56. SETUJU BANGEET SAMA komentar kakak-kakak yang ada di atas , menabjubkaan sekali . terimaksih wejangannya yaa kakak semuanya , tetap kembali ke diri kita masing-masing . kalo mau berusaha tidak akan mustahil kita akan diberi jalan yang lapang untuk meraih kesuksesan tersebut, Allah ada di hati kita . so, jangan pernah berhenti meminta( berdo'a) dan berusaha.

    ReplyDelete
  57. setuju banget.
    beruntung setidaknya masih bisa kuliah.

    ReplyDelete
  58. Sekarang memang sudah tidak berlaku lagi anggapan bahwa universitas negeri lebih baik daripada swasta. kalau dulu orang berlomba2 masuk kampus negeri karena biayanya lebih ringan ketimbang swasta, tapi sekarang universitas negeri pun sudah mahal dan kampus swasta punya fasilitas yang lebih baik...

    ReplyDelete
  59. setelah baca artikel dan komentar2nya ini pikiran saya jadi terbuka sudah tidak lagi PTN sentris, baru saja saya ditolak di jalur undangan, jalur tulis, sampai Ujian Mandiri. saya smpt hilang semangat karna >80% teman2 saya sudah masuk PTN. memang benar anggapan bahwa univ negeri lebih bagus berlaku di lingkungan sekitar saya, akhirnya saya putuskan masuk universitas swasta dgn banyak pertimbangan bahwa swasta atau negeri sama saja, kembali ke diri masing2 bagaimana kita bisa sukses di masa depan.

    ReplyDelete
  60. 2th yg lalu sya berusaha lulus di SNMPTN tertulis, krn mindset saya adalah PTN jauh lbh murah dibndingkn PTS, asalkn jurusannya sesuai dgn slh satu concern saya. jd bukan ttg mana yg jauh lbh baik, melainkn mana yg tdk memberatkn orng tua saya, krn saya bukan slh satu anak yg mndptkn beasiswa.
    sya jg prnh baca disuatu forum, yg penting itu bukan lulusan dr mana, melainkan berapa IPK kalian, krn smkn tinggi IPK semakin mudah jg lolos ke tahap wawancara, ke wawancara looh *katanya. meskipun saat nanti bekerja yg dipandang adlh skill-nya. Jadi, dimanapun itu seriuslah saat di kuliah, belajar jujur (meskipun syyyyuuuuusaaah) utk bekal bekerja nanti, trs jgn takut mncoba. SEMANGAT MAHASISWA!! :D :D :D

    ReplyDelete
  61. Aku aja sekarang kuliah di swasta. Sebenarnya malu juga sama teman-teman yang kuliah di PTN.

    Tapi karena aku pengen banget jadi perawat biar bisa bantu sesama + masuk surga ya aku pilih di stikes.
    Doakan lancar ya.

    ReplyDelete
  62. tapi kalo ngelamar kerja lulusan universitas negero dengan swasta lebih di pertimbangkan lulusan negeri kan min ?
    ane sih dapet info dari temen2 yg udah punya pengalaman

    ReplyDelete
  63. pengen nangis klo guru dan teman serasa kecewa dg keputusanku masuk sekolah tinggi swasta. tp aku merasa beruntung juga karena bisa mendapat kesempatan kerja dan kuliah dijurusan yg sama. semoga mindset indonesia berubah seiring berjalannya waktu.

    ReplyDelete
  64. saya cuma pingin sharing aja. jadi gini, saya ini mahasiswa tahun ke-4. udah setahun saya kerja sambil kuliah di PTS. di tempat kerja (karena part time) saya cuma jadi staff admin di perusahaan jepang yg terkenal. ceritanya waktu itu perusahaan lagi butuh karyawan mulai dari accounting, marketing, dan yg lulusan ekonomi lah. kebetulan saya deket sama HRD, sering ngobrol bareng. eh pas mau ke ruangannya dia, saya liat setumpuk CV dibuang begitu saja di kardus. ternyata banyak loh yg dari lulusan PTN terkenal. miris banget emang. pas saya tanya "Pak, itu kan lulusan (sensor--nama PTN), kok ditolak?", kata dia,"bikin CV aje blepotan. IP nye pas2an. bodo amat dah gue mah die mau lulusan mane." (si HRD ini emang kalo sama saya ngomongnya rada santai karena kami deket, sesama laki juga kali ya). terus ada yg diterima, itu dari PTS yg sayapun baru denger. hm. ternyata bener ya, kembali ke kualitas.

    ReplyDelete
  65. setuju bgt buat anymous nih yang diatas gw, lulusan PTN mah banyak yang kalah saing sama lulusan PTS, gw ditolak di PTN berulang kali, tapi keterima LANGSUNG KERJA DI BUMN, yang kalian tau, SELEKSINYA JAUH LEBIH SUSAH DAN SAINGANNYA WADUHHHH. So jgn kecewa dulu kalau kalian galulus ptn :)

    ReplyDelete

Komentar anda, secara tidak langsung. Merefleksikan kualitas diri anda yang sebenarnya.