Balada Menjadi Ibu RT






Tak banyak dari kaum perempuan, yang ingin mendambakan atau bahkan bercita – cita menjadi seorang Ibu RT dilingkungan sekarang & nanti. Karena menjadi seorang Ibu RT, tidak ada dalam kamus sejarah pekerjaan yang mempunyai prospek tinggi seperti kerja kantoran atau wirausaha sekalipun yang memicu mereka menginginkan pekerjaan tersebut.

Karena tak ada yang bisa dibanggakan dari prosfesi tersebut, sekaligus menjadi beban kedua setelah memikul beban menjadi ibu rumah tangga dikeluarga mereka masing – masing. Selain itu menjadi Ibu RT, juga tidak mendapatkan gaji atau fasilitas apa pun selama menjabat alias menang repot dari pada mendapatkan pemasukan secara materi.

Tapi menjadi Ibu RT, memiliki keseruan yang tidak bisa dibeli oleh sejumlah uang apa pun didunia yaitu ketika mereka bisa membuat lingkungan mereka menjadi tenang & damai itu adalah kebahagian tersendiri bagi mereka yang paling di idam – idamkan. Karena itulah cermin keberhasilan mereka,mengelolah Sumber Daya Manusia dilingkungan menjadi manusia yang tertata baik itu secara jasmani & rohani dengan berbagai cara & upaya.

Salah satunya,dengan peran serta Ibu RT dalam melakukan penyuluhan pendekatan terhadap segala keluh kesah masyarakatnya. Mungkin tak banyak dari kita semua yang tahu bahkan mau tahu,tentang perjuangan mereka mencerdaskan lingkungannya sekarang & nanti tanpa melihat kisah hidup mereka dibalik kegigihan selama ini. Karena sesusah atau sesulit apa pun, masalah yang mereka hadapi didalam keluarga tidak akan mereka tunjukan dihadapan publik supaya bisa menjadi contoh teladan yang bisa ditiru dilingkungannya.

Dan mereka adalah kunci atau gerbang utama yang menentukan moral masyarakat dilingkungannya kedepan, karena merekalah yang dekat kepada masyarakatnya bukan pemerintah atau DPR.

Kesimpulan : Menjadi Ibu RT adalah bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membuat hidup kita terasa kaya & mempunyai arti. 


36 comments:

  1. bukankah jika dilihat dari sisi agama, Justru Ibu RT yang memiliki tabungan pahal yang besar. dan dalam sisi masyarakat ibu RT adalah motor dalam keluarga, tidak hanya sebagai ibu biasa beliau juga mampu memberi dorongan dan memotivasi seluruh anggota didalamnya

    ReplyDelete
  2. dulu Mama pernah jadi ibu RT (dan Papa jadi pak RTnya pastinya). satu hal yang paling terasa, adalah jadinya mendadak terkenal dikampung.
    Mamaku mendadak jadi artisss :p

    ReplyDelete
  3. betul itu gan, karena sebagai ibu RT banyak tanggung jawabX yg harus di penuhi untuk melayani masyarakat

    ReplyDelete
  4. ya setiap orang memiliki pilihan hidup. ada yg memang ingin menjadi ibu Rt, ada yg wanita karir. semua itu baik adanya. tinggal kita bisa tidak menikmati pilihan kita

    ReplyDelete
  5. Dan mereka adalah kunci atau gerbang utama yang menentukan moral masyarakat dilingkungannya kedepan,karena merekalah yang dekat kepada masyarakatnya bukan pemerintah atau DPR.
    Setuju banget Mba

    ReplyDelete
  6. masyaALLAH
    ibu RT tadinya kupikir ibu rumah tangga di keluarga ternyata di masyarakat yaa~

    kan memang memperbaiki moral bangsa dari hal-hal kecil dan mendasar :D Subhanallah..!

    ReplyDelete
  7. selamat buat berjuang buat para ibu RT di Indonesiaa..:)

    Nay cite2nye jadi ibu rumah tangga aza dan jadi istri yang solehah,,*__*

    ReplyDelete
  8. siapa bilang ga pengen? saya seorang pekerja, tp sampai sekarang saya merindukan untuk jadi IRT... (cuma keluarga dan suami minta saya mempertimbangkan masak2 keputusan saya bila mau pure 100% IRT :( )

    ReplyDelete
  9. aku sekarang lagi sangat menikmati cita citaku dulu sebelum menikah yaitu menjadi ibu rumah tangga, suka sekali dan Alhamdulilah sampai sekarang aku masih diberi kesempatan untuk terus menikmatinya :D

    ReplyDelete
  10. tapi kayaknya susah yah buat nyari istri yang mau jadi IRT. hehhee

    ReplyDelete
  11. Kalau Ibu RT yang Ibu Rumah Tangga sih, justru jadi cita-cita aku sejak dulu, lho. Soalnya mama dulu ibu RT dan berasa banget betapa menyenangkannya ada mama yang selalu siap di rumah. Sayangnya zaman sekarang kayaknya nggak mungkin jadi ibu RT full, mesti kerja, at least punya bisnis sendiri ^___^
    Nah, kalau ibu RT yang ketua RT maksudnya, kan? Nggak mau, ah. Pasti dikomplain sana-sini sama warga, hehehe..

    ReplyDelete
  12. tapi kalau sekarang sepertinya ada yang namanya uang stimulan untuk para pengurus RT dan RW, jadi perjuangan mereka yang dulunya pakai kocek sendiri sekarang sudah bisa di optimalkan, Ayo semangat para ibu RT indonesia ;)

    ReplyDelete
  13. jadi Bu RT ato Pak RT emang gapernah masukdaftar cita2 yah hahahaha,,,tp satu hal ga bisa semua warga loh bisa jd RT/ibu RT,,btuh kepercayaan yg tinggi n mencolok di lingkungan sekitar hihihihi

    ReplyDelete
  14. aku sependapat tuh dengan Green Kloperer, bhw ga semua warga lho mampu menjalankan fungsi ini... Jadi menurutku, menjadi Ibu atau Bapak RT tuh pekerjaan yang sungguh mulia lho, walau mungkin bukan cita-cita awal seseorang. Namun terkadang, kehidupan menyajikan pekerjaan lain yang jauh dari apa yang kita cita-citakan. Begitulah kehidupan kan?

    postingan yang sungguh menarik bro, keep posting ya...

    ReplyDelete
  15. kalo aku jadi ibu RT senang hati bisa kumpul dg ibu ibu ngomongin masak memasak hehehe :)

    ReplyDelete
  16. mantap sob... hadir kembali di blog anda... hadir dengan membawa perdamaian... maaf baru hadir... :)

    ReplyDelete
  17. wah klo mbak aisayu jadi ibu RT --"
    tiap minggu kayagna ada omba masak nie --"

    sob, ijin follow yaa. dtunggu follbackna :)

    ReplyDelete
  18. komen lagi ya :) aku selalu ketinggalan postingannya nih karena blognya gak bisa aku masukkan ke bloglist aku, kenapa ya?

    ReplyDelete
  19. jangan sampai ibuku jadi ibu RT, kasian. dia udah terlalu repot sama rumah tangga dan kerjaan.

    ReplyDelete
  20. Saya ingin menjadi Ibu dan Istri yang paripurna buat anak-anak dan suami saya, iiihhiiiir... :D

    ReplyDelete
  21. jd ibu RT itu repot, ribet, mumet.. apalagi klo ada warga yg ga puas, mlh jd omongan deh.. duuh kasian amat ya.. dah repot mlh dicela..

    ReplyDelete
  22. GaK pernah jadi Ibu RT gue, tapi pastinya repot dah.. selain harus ngurus warga juga harus ngurus Pak RT.. :D

    ReplyDelete
  23. pada2 salah duga komen diatas, padahal maksudnya IBU RT (Rukun Tetangga) :D

    ReplyDelete
  24. banyak repotnya ya klo jd bu RT hehehehehehe.......

    Salam persahabatan selalu dr MENONE

    ReplyDelete
  25. ahahah...aku pikir ibu rumah tangga..taunya.. :D

    aku malah bercita2 jadi ibu RT lho..

    ReplyDelete
  26. Sebentuk pengabdian yang mulia dari seorang ibu RT untuk membentuk moral masyarakat yang beradab, keren sekali, salut :)
    lam kenal mba, oh ya twitter yg tadi mba mention @aniRingo difollow dong mba nanti saya folbek ya

    ReplyDelete
  27. ini maksudnya Ibu RT (Rukun Tetangga) ya?

    Kalopun nggak mau, tp suaminya diangkat jadi Bapak RT, bisa apa?

    ReplyDelete
  28. Mulia, apapun embel2 dibelakang dari kata Ibu, tetep mulia mba :D

    ReplyDelete
  29. kalo saya cuma pengen jadi Ibu RT di keluarga saja mas.. hahahahaha :D

    ReplyDelete
  30. jangan salah....jd RT sekarang ada gajinya loch...meskipun ngga begitu besar tp lumayanlah krna bayarnya dirapel 3 bulan sekali atau 6 bulan sekali...lumayan kan....krna adikku kan jd bendahara RT...jd kalo uang gaji turun lumayan bs utk makan2 hehehe.....

    ReplyDelete
  31. Jadi bingung nih, ibu RT, RT (ReTweet) yaah, kan sekrng banyak ibu2 yang suka nge-RT nih :D
    ga ada penjelasan'a di atas apa RT (Rukun Tetangga/Rumah Tangga atau ReTweet) :D

    ReplyDelete
  32. @Izal Ajah : Ibu RT masa kagak tahu ? Ibu RT = Rukun Tetangga kali makanya dibaca coba dengan seksama tulisan'a

    ReplyDelete

Komentar anda, secara tidak langsung. Merefleksikan kualitas diri anda yang sebenarnya.